Berikut ini (gambar atau foto) Kitab Stambul Rajah Kalacakra yang Asli dari Produk kami :
Apa Saja Manfaat Kitab Stambul Rajah Kalacakra?
1. Meningkatkan konsentrasi dan fokus dalam menghadapi masalah yang pelik.
2. Memunculkan rasa damai dalam diri Anda.
3. Membantu Anda mengambil keputusan yang tepat.
4. Membantu Anda mejadi lebih sabar dalam menjalani kehidupan.
5. Meningkatkan rasa percaya diri Anda berhadapan dengan orang lain yang belum Anda kenal.
6. Memunculkan sikap mudah bergaul dalam diri Anda.
7. Membuat Anda selalu merasa nyaman bergaul dengan siapa pun.
8. Meningkatkan rasa berani dalam diri Anda.
9. Melindungi Anda dari ancaman energi negatif yang merugikan. Seperti santet dan guna-guna.
10. Membentuk perisai gaib yang berfungsi memperkecil kemungkinan Anda mengalami cedera.
11. Menghindarkan Anda dari gangguan jin jahat.
12. Anda pun lebih kebal terhadap ancaman gendam yang merugikan.
13. Sebagai sarana untuk mendapatkan jabatan yang Anda inginkan.
14. Sebagai sarana untuk memenangkan kompetisi politik.
15. Sebagai piandel menyingkirkan orang zalim, melucuti ilmu hitam, memusnahkan santet, sihir, guna-guna, teluh, dan sejenisnya.
16. Sebagai media penakluk makhluk, jin, setan, dan manusia agar tunduk takluk.
17. Masih banyak manfaat lainnya.
Siapa Saja yang Boleh Menggunakan Kitab Stambul Rajah Kalacakra?
Pada dasarnya tidak ada batasan siapa saja yang bisa menggunakan benda bertuah ini. Semua orang yang telah berusia di atas 18 tahun, dari berbagai kalangan dan latar belakang bisa memanfaatkan energi khodamnya. Asalkan menggunakan energi Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini untuk hal kebaikan. Bukan untuk hal-hal yang bertentangan dengan norma hukum dan agama.
Apakah Khodam Kitab Stambul Rajah Kalacakra Bisa Dirasakan Keberadaannya?
Bisa. Umumnya pemilik Kitab Stambul Rajah Kalacakra dari kami bisa merasakan keberadaan khodam Stambul miliknya. Kitab Stambul Rajah Kalacakra tersebut bisa dirasakan saat khodamnya dipanggil namanya. Namun perlu digarisbawahi, bahwa daya dan kepekaan batin tiap orang berbeda-beda. Jadi ada yang bisa merasakan getarannya begitu kuat. Ada juga yang merasakan getaran-getaran pada anggota tubuhnya.
Apabila Anda orang yang mempunyai bakat kebatinan yang baik, maka Anda bisa melihat wujud khodam Kitab Stambul ini secara langsung. Bisa melalui mimpi atau melalui situasi-situasi tertentu. Namun dari itu semua, perihal merasakan dan melihat khodam tentu saja bukan tujuan utama Anda. Tujuan yang sebenarnya adalah mendapatkan manfaat dari Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini sebagai sarana spiritual Anda.
Bagaimana Cara Menggunakan Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini?
Cara menggunakan stambul ini sangat mudah. Ketika Anda mendapatkan Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini, Anda tinggal membaca panduannya, dan mengikuti prosedur yang akan master eyang combor sampaikan melalui panduan. Setelah itu, Anda tinggal pakai. Anda cukup membawa Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini setiap hari atau cukup dibawa waktu Anda membutuhkan saja. Tidak ada syarat dan tata cara yang menyulitkan, dan juga tidak ada mantra atau wirid khusus yang harus Anda baca setiap hari. Sesering Anda memakai Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini, energi khodamnya akan terbiasa dengan Anda. Sehingga terjadi kepaduan antara energi khodam dengan energi dari dalam tubuh Anda.
Adakah Pantangan yang Harus Dihindari?
Tidak ada pantangan ataupun syarat khusus bagi pemilik Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini. Selain itu, Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini sudah terbukti sangat aman (tanpa efek negatif) meskipun dipakai oleh orang yang sama sekali tidak paham tentang mistik. Kitab Stambul Rajah Kalacakra dibuat dengan ritual serta tirakatan sesuai tradisi jawa kuno, sehingga memiliki khodam yang sangat kuat energinya sehingga bisa dipakai oleh siapapun tanpa khawatir adanya dampak negatif dikemudian hari. Hal yang perlu Anda perhatikan yaitu, Anda haruslah menggunakan Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini untuk perbuatan yang tidak bertentangan dengan norma dan aturan hukum. Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini tentu saja tidak akan membantu pemiliknya yang memanfaatkan energinya untuk perbuatan yang negatif atau jahat, kecuali orang yang telah berbuat zalim.
Apa Isi Dalam Kitab Stambul Rajah Kalacakra?
Kitab Stambul Rajah Kalacakra memuat rajah kalacakra versi islam, yaitu rajah kalacakra walisongo, rajah kalacakra walik pitu, rajah kalacakra sulaiman, rajah kalacakra nabi khidir, rajah kalacakra syech subakir, dan berbagai wafaq atau azimat lainnya yang mengandung khasiat ampuh untuk mengabulkan berbagai hajat atau keinginan pemilik Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini. Tentunya tidak akan pernah Anda temukan di kitab stambul di luar website/ blog ini, sebab tidak diperjual belikan secara bebas dan pembuatannya-pun dengan edisi terbatas. Maka sebelum memesan harap tanyakan ketersediaanya terlebih dahulu atau pre order/ menunggu dengan cara memesan terlebih dahulu, sebab dalam satu bulan hanya bisa membuat sebanyak lima buah Kitab Stambul Rajah Kalacakra.
Berapa Mahar Kitab Stambul Rajah Kalacakra?
Untuk mengganti jasa pembuatan dan keternagaan (ritual tirakatan) untuk satu buah Kitab Stambul Rajah Kalacakra, maka anda dikenakan biaya pengganti atau mahar sebesar Rp.750.000,- (belum termasuk ongkos kirim)
Bila berminat untuk memilikinya silahkan hubungi email : kitabstambul@gmail.com
Mencari Kitab Stambul Rajah Kalacakra terlihat seperti kitab jaman kuno yang merupakan karya seni apik sehingga layak untuk dijadikan koleksi atau pegangan bertuah, maka Kitab Stambul Rajah Kalacakra ini hadir di berbagai Kota Di Propinsi yang ada di Indonesia, meliputi:
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Banda Aceh - Nanggro Aceh Darussalam meliputi: Banda Aceh, Bireuen, Biang Kejeren, Biangpidie, Idi Rayeuk, Jantho, Kuala Simpang, Kutacane, Krueng Sabee, Langsa, Lhokseumawe, Lhoksukon, Meulaboh, Meureudu, Sabang, Sigli , Simpang Tiga Redelon, Sinabang, Singkil, Subulussalam, Suka Makmue, Takengon, Tapak Tuan, Calang. Kabupaten Bireuen, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Timur, Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, Simeulue, Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Selatan.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Medan - Sumatera Utara meliputi: Balige, Binjai, Dolok Sanggul, Gunung Sitoli, Gunung Tua, Kabanjahe, Kisaran, Limapuluh, Lubuk Pakam, Medan, Padang Sidempuan, Pangururan, Panyabungan, Pematangsiantar, Rantau Prapat, Salak, Sei Rampah, Sibolga, Sibuhuan, Sidikalang, Sipirok, Stabat, Tanjung Balai Asahan, Tarutung, Tebing Tinggi, Teluk Dalam, Pangkalan Brandan, Laguboti, Belawan, Siborong Borong, Tanjung Morawa, Kabupaten Toba Samosir, Humbang Hasudutan, Nias, Padang Lawas Utara, Karo, Asahan, Batubara, Deliserdang, Samosir, Mandailling Natal, Simalungun, Labuhan Batu, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, Padang Lawas, Dairi, Tapanuli Selatan, Langkat, Tapanuli Selatan, Langkat, Tapanuli Utara, Nias Selatan.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Padang - Sumatera Barat meliputi: Arosuka, Batu Sangkar, Bukittinggi, Lubuk Basung, Lubuk Sikaping, Muara, Sijunjung, Padang, Padang Panjang, Painan, Pariaman, Padang Pariaman, Payakumbuh, Dharmasraya, Sawahlunto, Solok, Tuapejat, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Kep Pagai, Lubuk Alung, Kabupaten Solok, Tanah Datar, Agam, Pasaman, Sijunjung, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Pekan Baru - Riau meliputi: Bagan Siapi-Api, Bangkinang, Bengkalis, Dumai, Pangkalan Kerinci, Pasir Pangaraian, Pekanbaru, Rengat, Siak Indrapura, Teluk Kuantan, Tembilahan, Minas, Rumbai, Marpoyan, Ujung Batu, Duri, Kabupaten Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Siak, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Tanjung Pinang - Kepulauan Riau meliputi : Bandar Seri Bintan, Batam, Ranai, Tanjung Balai Karimun / Kundur, Tanjung Pinang, Nongsa, Kabil, Lingga, Daik, Dabo Singkep. Kabupaten Natuna, Karimun, Lingga.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Jambi - Jambi meliputi: Bangko, Jambi, Kuala Tungkal, Muara Bulian, Muara Bungo, Buara Tebo, Muara Sabak, Sarolangun, Sengeti, Sungai Penuh, Ramba, Kabupaten Merangin, Tanjung Jabung Barat, Batang Hari, Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Timur, Sarolangun, Muaro Jambi, Kerinci.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Palembang - Sumatera Selatan meliputi: Baturaja, Indralaya, Kayu Agung, Lahat, Martapura, Muara Beliti Baru, Musi Rawas, Muara Enim, Tanjung Enim, kecamatan Muaradua, Lubuk Linggau, Pagar Alam, Palembang, Pangkalan Balai, Banyuasin, Prabumulih, Sekayu, Tebing Tinggi, Sungai Lilin, Sungai Gerong, Plaju. Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ogan Ilir, Ogan Kemering Ilir, Lahat, OKU Timur, Musi Rawas, Muara Enim, OKU Selatan, Banyuasin, Musi Banyuasin, Empat Lawang.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Pangkal Pinang - Bangka Belitung meliputi: Koba, Manggar, Mentok, Pangkal Pinang, Sungailiat, Tanjung Pandan, Toboali, Belinyu, Jebus, Kelapa. Kabupaten Bangka Tengah, Belitung Timur, Bangka Barat, Bangka, Belitung, Bangka Selatan.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Bengkulu - Bengkulu meliputi: Arga Makmur, Bengkulu, Curup, Kaur, Kepahiang, Lebong, Manna, Muko-Muko, Tais, Kabupaten Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Kaur, Kepahiang, Lebong, Bengkulu Selatan, Muko-Muko, Seluma.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Bandar Lampung - Lampung meliputi: Bandar Lampung, Blambangan Umpu, Gedong Tataan, Gunung Sugih, Kalianda, Kota Agung, Kotabumi, Liwa, Menggala, Metro, Sukadana, Bakauheuni, Krui, Pesisir Tengah, Sumber Jaya, Talang Padang, Pringsewu, Bukit Kemuning, Kabupaten Way Kanan, Pesawaran, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Barat, Tulang Bawang, Lampung Timur.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Jakarta - DKI Jakarta meliputi: Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Jakarta Barat meliputi: Kebon Jeruk, Kedoya Raya, Jalan Panjang, Srengseng, Joglo, Meruya, Cengkareng, Grogol, Petamburan, Palmerah, Kemanggisan, Slipi, Rawa Buaya, Mangga Besar, Tubagus Angke, Kali Deres, Petojo, Sukabumi, Kampung Baru, Jembatan Lima, Kota Bambu, Tambora, Puri Kembangan, Bojong, Duri Kosambi, Duri Kepa, Mangga Dua, Taman Sari, Basmoll, Jelambar, Rawa Belong, Batu Sari, Bandara Sokarno Hatta, Tanjung Duren, Tomang, Kelapa Dua.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Jakarta Selatan meliputi: Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Cipulir, Simprug, Blok-M, Gandaria, Taman Puring, Barito, Fatal Senayan, Pejompongan, Kuningan, Sudirman, Gatot Subroto, Pancoran, Tebet, Pasar Burung, Pasar Rumput, Pasar Minggu, Pejaten, Panglima Polim, Kemang, Kampung Kandang, Cinere, Lebak Bulus, Pasar Jum'at, Pondok Cabe, Komplek Pondok Indah, Tanah Kusir, Rempoa, Radio Dalam, Jagakarsa, Lenteng Agung, Cilandak, Tegal Parang, Srengseng Sawah, Kebagusan, Manggarai, Jati Padang, Pondok Labu, Ciganjur, Tanjung Barat, Mampang Prapatan, Petukangan, Fatmawati, Pangkalan Jati, TPU Jeruk Purut.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Jakarta Pusat meliputi: Harmoni, Tanah Abang, Senen, Pertokoan Harco Glodok, Kota Tua, Pasar Baru, Banteng, Bendungan Hilir, Roxi Mas, Cempaka Mas, Komplek Duta Melin, Kelapa Gading, Kwitang, Keramat Raya, Stasiun Gambir, Menteng, Matraman, Cikini, Danau Sunter, Johar, TPU Karet Bifak, Cideng, Gondangdia, Pegangsaan, Kampung Bali, Paseban, Sawah Besar, Kebon Sirih, Pecenongan.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Jakarta Utara meliputi: Tanjung Priok, Cilincing, Marunda,Ancol,Teluk Gong, Teluk Naga, Pluit, Pulau Pramuka, Muara Angke, Muara Baru, Cakung, Koja, Pademangan, Kapuk Muara, Kamal, Pegadungan, Pejagalan, Jembatan Besi, Rorotan, Rawa Badak.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Jakarta Timur meliputi: Bekasi, Pulo Gadung, Condet, Cawang, Bulak Kapal, Halim Perdana Kusuma, Pondok Gede, Rawa Lumbu, Pekayon, Kali Malang, Duren Sawit, Kranji, Jati Negara, Keramat Jati, Rengas Dengklok, Kalibata / Taman Makam Pahlawan Kalibata, Perdatam, Kampung Rambutan, Duren Tiga, Cipinang, Klender, Ciracas, Pramuka, Cijantung, Cibubur,Cipayung, Bantar Gebang, Rawamangun, Cililitan, Pinang Ranti, Pasar Rebo, Jati Asih, Jati Warna, JakaSampurna, Kuniran, Bambu Apus, Cilangkap, Kampung Melayu.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Bandung - Jawa Barat meliputi: Bandung, Banjar, Bekasi, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cibinong, Cikarang, Cimahi, Cirebon, Depok, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Ngamprah / Cimareme , Purkawarka, Pelabuhan Ratu, Singaparna, Soreang, Subang, Sukabumi, Sumber, Sumedang, Tasikmalaya, Majalaya, Jatilangor, Lembang, Rancaekek, Jatibarang, Kadipaten, Losari, Palimanan, Jatiwangi, Kabupaten Ciamis, Bandung Barat.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Serang - Banten meliputi: Baros, Cilegon, Pandeglang, Rangkasbitung, Serang, Tangerang, Tigaraksa, Anyer, Merak, Balaraja, Serpong / BSD, Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Semarang - Jawa Tengah meliputi: Banjarnegara, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Mungkid, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Banyumas, Purwodadi, Purworejo, Rembang, Salatiga, Semarang, Slawi, Sragen, Sukoharjo, Surakarta, Solo, Tegal, Temanggung, Ungaran, Wonogiri, Wonosobo, Ambarawa, Cepu, Bojonegoro, Majenang, Ajibarang, Kartosuro, Bumi Ayu, Kabupaten Banjarnegara, Kudus.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Yogyakarta - Daerah Istimewa Yogyakarta meliputi: Bantul, Sleman, Wates / Kulon Progo, Wonosari, Yogyakarta, Prambanan. Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Surabaya - Jawa Timur meliputi: Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Caruban, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Kepanjen, Trenggalek, Krasaan, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan , Malang, Mojokerto, Krian, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pandaan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Tuban, Tulungagung, Paiton, Wlingi. Kabupaten Bangkalan.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Madura meliputi: Bangkalan, Sumenep, Sampang, Pamekasan, Tragah , Tanjungbumi, Tanah Merah, Socah, Sepulu, Modung, Labang, Kwanyar, Konang, Kokop, Klampis, Kamal, Geger, Galis, Burneh , Blega, Arosbaya.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Denpasar - Bali meliputi: Amlapura, Karangasem, Bangli, Denpasar, Gianyar, Menguwi, Badung, Negara, Jembrana, Samarapura, Klungkung, Singaraja, Buleleng, Tabanan, Kuta, Nusa Dua, Sanur, Gilimanuk, Ngurahrai, Jimbaran. Kabupaten Karangasem, Bangli, Gianyar, Badung, Jembrana, Klungkung, Buleleng, Tabanan.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Mataram - Nusa Tenggara Barat meliputi: Bima, Dompu, Gerung, Mataram, Praya, Selong, Sumbawa Besar, Taliwang, WOHA / Ramba, Batu Hijau, Kabupaten Dompu, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Kupang - Nusa Tenggara Timur meliputi: Atambua, Baa, Bajawa, Borong, Ende, Kafamenanu, Kalabahi, Kupang, Labuan Bajo, Larantuka, Lewoleba, Maumere, Mbay, Oelamasi, Ruteng, Soe, Tambolaka, Waibakul, Waikabubak, Waingapu, Kabupaten Belu, Rote Ndao, Ngada, Manggarai Timur, Ende, Timur Tengah Utara, Alor, Manggarai Barat, Flores Timur, Lembata, Sikka, Nagekoe, Kupang, Manggarai, Timur Tengah Selatan, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumbat Barat, Sumbat Timur.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Pontianak - Kalimantan Barat meliputi: Bengkayang, Ketapang, Mempawah, Nanga Pinoh / Melawi, Ngabang, Pontianak, Putussibau, Sambas, Sanggau, Sekadau Hilir, Singkawang, Sintang, Sungai Raya / Kubu Raya, Teluk Melano , Wajok. Kabupaten Bengkayang, Ketapang, Pontianak, Melawi, Landak, Kapuas Hulu, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu Raya, Kayong Utara.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Palangkaraya - Kalimantan Tengah meliputi: Buntok, Tamiang Layang, Parukcahu, Muara Teweh, Kasongan, Kuala Kapuas, Kuala Pembuang, Palangkaraya, Pangkalan Bun, Pulang Pisau, Sampit, Sukamara, Lamandau / Nangebulik, Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya, Barito Utara, Katingan, Kapuas, Gunung Mas, Seruyan, Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Sukamara, Barito Timur.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Banjarmasin - Kalimantan Selatan meliputi: Amuntai, Banjarbaru, Banjarmasin, Barabai, Batu Licin, Kandangan, Kotabaru, Marabahan, Martapura / Banjar, Paringin / Balangan, Pelaihari, Rantau, Tanjung, Sungai Danau, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bambu, Hulu Sungai Selatan, Kota Baru, Barito Kuala, Banjar, Balangan, Tanah Laut, Tampir, Tabalong.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Samarinda - Kalimantan Timur meliputi: Balikpapan, Bontang, Malinau, Nunukan, Penajam, Samarinda, Sanggata, Sendawar, Tanah Grogot, Tanjung Redep / Berau, Tanjung Selor, Tarakan, Tenggarong, Teluk Pandan, Sebatik, Palaran, Sanga Sanga, Muara Badak, Loa Kulu. Kabupaten Malinau, Nunukan, Penajam Paser Utara, Kutai Timur, Kutai Barat, Paser, Berau, Bulungan, Kutai Kartanegara.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Tanjung Selor Kalimantan Utara meliputi: Tanjung Selor, Sebatik, Apau Kayan, Bumi Dayak Perbatasan, Krayan, Tarakan, Bulungan, Malinau, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, Tideng Pale.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Manado - Sulawesi Utara meliputi: Airmadidi, Amurang, Bitung, Boroko, Kotamobagu, Manado, Ratahan, Tauna, Tomohon, Tondano, Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bitung, Bolaaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe, Minahasa.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Mamuju - Sulawesi Barat meliputi: Majene, Mamasa, Mamuju, Pasangkayu, Polewali. Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara, Polewali Mandar.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Palu - Sulawesi Tengah meliputi: Ampana / Tojo Una Una, Banawa, Donggala, Banggai, Bungku, Kolonedale, Buol, Tolitoli, Luwuk, Palu, Parigi, Poso, Kabupaten Tojo Una-Una, Donggala, Banggai Kepulauan, Morowali, Buol, Toli-Toli, Banggai, Parigi Moutong, Poso.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Kendari - Sulawesi Tenggara meliputi: Bau-Bau, Kendari, Kolaka, Lasusua, Pasar Wajo, Raha, Rumbia, Unaaha, Wanggodo, Andolo, Wangi-Wangi / Wakatobi, Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Buton Dan Buton Utara, Muna, Bombana, Konawe, Konewe Utara, Konewe Selatan, Wakatobi.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Makassar - Sulawesi Selatan meliputi: Banteang, Barru, Belopa, Benteng, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Takalar, Makale, Makassar, Malili, Maros, Masamba, Palopo, Pangkajene, Sidenreng, Pare-Pare, Pinrang, Sengkang, Sinjai, Sungguminasa, Watampone, Watansoppeng, Soroako. Kabupaten Banteang, Bamu, Luwu Utara, Selayar, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Takalar, Tana Toraja, Luwu Timur, Maros, Luwu Utara, Pangkajene, Sidenreng Rappang, Pinrang, Wajo, Sinjai, Goa, Bone, Soppeng.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Gorontalo - Gorontalo meliputi: Gorontalo, Kwandang, Limboto, Marisa, Suwawa, Tilamuta. Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Pahuwato, Bone Bolango, Boalemo.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Ambon - Maluku meliputi: Ambon, Dataran Hunimoa, Dobo, Masohi, Namlea, Piru, Saumlaki, Tual. Kabupatan Seram Bagian Timur, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Sofifi- Maluku Utara meliputi: Jailolo, Labuha, Maba, Sanana, Ternate, Tidore, Tobelo, Weda / Soasiu. Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Kepulauan Sula, Halmahera Utara, Halmahera Tengah.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Manokwari - Papua Barat meliputi: Bintuni, Fak-Fak, Kaimana, Monokwari, Rasei, Sorong, Waisai, Timika, Tembaga Pura, Teminabuan. Kabupaten Teluk Bintuni, Fak-Fak, Kaimana, Manokwari, Teluk Wondama, Sorong, Raja Ampat, Mimika, Sorong Selatan.
Kitab Stambul Rajah Kalacakra di Kota Jayapura - Papua meliputi: Agats, Biak, Botawa, Jayapura, Mulia, Merauke, Nabire, Oksibil, Sarmi, Sorendiweri, Sumohai, Timika, Wamena, Waris, Maapi, Paniai, Enarotari, Yapen Waropen, Serui, Sentani, Mamberamo, Bursemo, Boven Digul, Tanah Merah, Kabupaten Asmat, Biak Numfor, Waropen, Puncak Jaya, Merauke, Nabire, Pegunungan Bintang, Sarmi, Supiori, Yahukimo, Mimika, Jayawijaya, Keerom, Maapi, Enarotari, Yapen Waropen, Jayapura, Mamberamo, Boven Digul.




